Jumat, 12 Juni 2009

Kontroversi Film Perempuan Berkalung Sorban

Kontroversi film Perempuan Berkalung Sorban membuat Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring ikut bersuara. Ia mendukung seruan Imam Besar Masjid Istiqlal Ali Mustafa Yakub agar film itu diboikot. Ia pun meminta film itu dikoreksi.

"Menyeru umatnya boleh-boleh saja kan. Apalagi kalau itu dianggap berbahaya atau kurang baik, lantas mereka serukan, ya silakan saja," kata Tifatul kepada detikcom

Tifatul sendiri mengaku belum menonton film tersebut. Tetapi kalau ada yang memojokkan kalangan pesantren, menurutnya sah-sah saja jika film tersebut dikoreksi.

"Seperti yang saya baca di media, seolah-olah ajaran Islam itu seperti itu, melarang begini dan begitu padahal ini tidak benar secara fikih umumnya. Menurut saya tidak ada salahnya dikoreksi filmnya, dari pada bikin heboh," tambah pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat ini

Presiden PKS itu lantas mengimbau agar para pekerja kreatif seperti film lebih berhati-hati dalam melahirkan karyanya bila bersentuhan dengan SARA. "Kalau menurut saya, hal-hal yang berkaitan dengan SARA itu harus hati-hati," pungkas Tifatul.

Perempuan Berkalung Sorban menceritakan perlawanan Anissa, seorang santriwati terhadap pengekangan perempuan di pesantren. Dalam film itu, Annisa berkata Islam tidak adil terhadap perempuan. Film menampilkan diskriminasi terhadap perempuan yang dilakukan ulama dengan dalih agama, seperti perempuan tidak boleh jadi pemimpin, perempuan tidak boleh naik kuda, perempuan tidak perlu berpendapat dan perempuan tidak boleh keluar rumah tanpa disertai muhrimnya.

Bagaimana tanggapan Anda? Apakah film ini memang harus diboikot atau dibiarkan begitu saja?


Sumber:

www.detiknews.com

Bioskop Jepang Diprotes

Bioskop di Jepang bersiap-siap menghadapi protes pihak sayap kanan sehubungan dengan pemutaran film dokumenter kontroversial mengenai kuil Yasukuni. Kuil Yasukuni menghormati sekitar dua setengah juta orang Jepang yang tewas dalam perang, termasuk sejumlah penjahat perang.

Sabtu, beberapa bioskop di Tokyo dan Osaka membatalkan pemutaran film berjudul “Yasukuni,” setelah kelompok nasionalis yang menyebut film itu sebagai anti-Jepang, mengancam akan menyerang gedung bioskop.

Distributor film tersebut, Argo Pictures, mengatakan film itu akan diputar perdana di paling sedikit 20 bioskop bulan depan. Tetapi perusahaan itu tidak memberikan perincian film itu sampai menit terakhir guna menghindari kemungkinan timbulnya hujatan.

Sutradara film tersebut, Li Ying, yang lahir di Cina, mengatakan ia telah menerima ancaman pembunuhan. Ia mengatakan film itu tidak ditujukan untuk menghina Jepang, tetapi untuk meningkatkan kesadaran rakyat Jepang akan peran negara mereka dalam perang.


Sumber:

www.kabarindonesia.com

Sinopsis Film Ketika Cinta Bertasbih

Ketika Cinta Bertasbih berfokus pada perjalanan tokoh Khairul Azzam (M. Kholidi Asadil Alam), seorang mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Universitas Al Azhar Kairo-Mesir. Kuliahnya tertunda selama 9 tahun setelah ayahnya meninggal dunia. Maka demi menghidupi dirinya dan keluarganya di Solo, Azzam berdagang bakso dan tempe di Kairo-Mesir. Dari pekerjaan yang dijalaninya, Azzam menjadi terkenal di kalangan KBRI di Kairo, dan mempertemukannya dengan Eliana (Alice Sofie Norin), gadis cantik nan modern, putri Dubes RI di Mesir.


Kehidupan dan kisah cinta Azzam yang berliku tidak sekedar memberikan pencerahan jiwa, namun mengajak penonton untuk lebih mendalami rahasia Illahi dan memaknai cinta. Kehadiran Anna (Oki Setiana Dewi), seorang wanita Islami yang menggoda hati Azzam menjadi unsur yang mengikat keduanya dalam sebuah misteri cinta yang seolah tak berujung. Dikemas dengan manis dalam sudut pandang yang sangat berbeda dari film-film drama romantis pada umumnya. Peran adiknya bernama Husna (Meyda Sefira), serta Furqan (Andi Arsyil) teman kuliahnya yang juga berasal dari Indonesia dan terinfeksi AIDS merangkum perjalanan hidup Azzam menjadi sebuah cerita yang sangat bernilai.


Film ini juga didukung oleh belasan artis kawakan senior papan atas, seperti Deddy Mizwar, Didi Petet, Slamet Rahardjo, Ninik L Karim, Nungki Kusumastuti, bahkan sastrawan-Taufik Ismail pun muncul sebagai cameo. Ilustrasi musik dan soundtrack ditangani oleh Melly Goeslaw dan Anto Hoed. Tak ketinggalan Krisdayanti ikut tampil sebagai salah satu pengisi album soundtrack Mega Film Ketika Cinta Bertasbih.


Seluruh latar belakang dalam novel dihidupkan dengan pengambilan gambar dari lokasi sebenarnya di Kairo, Mesir. Syuting dilakukan sejak Oktober 2008, bertempat di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Mesir, seputar Kota Kairo dan Alexandria, Bandar Udara Internasional Kairo, Sungai Nil, Piramid Giza, bahkan Universitas Al Azhar yang selama ini tidak memperbolehkan film asing melakukan syuting di lokasi tersebut. Penggambaran setting yang begitu indah dan menganggumkan merupakan nilai plus dari film ini, yang tidak ditemukan dalam film nasional di beberapa dekade terakhir.

Kamis, 11 Juni 2009

Kontroversi Film Zeitgeist (2007)

ZEITGEIST the movie, adalah sebuah film dokumenter yang dirilis secara online pada 18 Juni 2007 di zeitgeistmovie.com. Dalam beberapa waktu, film ini mencapai posisi "most viewed" di Google Video dan telah diterjemahkan ke dalam 24 bahasa di seluruh belahan dunia.

Film ini menceritakan tentang sebuah Konspirasi. Konspirasi itu sudah anda rasakan disekitar kita. Kita sedang dan/atau sudah merasakan sesuatu yang salah yang sedang terjadi disekitar kita, dan bahkan dirumah kita sendiri. Namun kita terlalu polos sehingga "keras kepala" untuk tidak mencegahnya dan bahkan melawannya.


Film dokumenter ini mengupas tentang :
1) Paganisme, Penyembahan Dewa Matahari, Astrology hingga Kekristenan.
2) Tragedi 9/11, WTC, War on Terorisme, CIA.
3) Federal Reserve, Bank Sentral, Krisis Ekonomi, Perang, Iluminati.

Sekarang ini, secara sadar dan atau tidak sadar, semakin banyak jumlah orang yang merasa ada sesuatu tidak benar di dunia ini. Mereka mungkin tidak dapat secara rinci mengartikannya apakah yang tidak benar itu. Mereka hanya menjadi lemah, tetapi merasakan dari sesuatu yang tidak benar tentang apa yang terjadi di dunia.

Dan percikan yang akan membakar itu adalah informasi yang akan menjelaskan tentang apa yang terjadi. Dan apabila orang-orang yang memiliki akses ke informasi tiba-tiba,tampak liar, rumit atas "sesuatu yang terjadi" di dunia, dan bahkan banyak menyudutkan Umat Islam akan menjadi dipahami secara jelas.

Untuk memahami apa yang terjadi, anda harus memahami "Siapa yang sedang berkuasa dan apa yg sedang diusahakannya untuk dicapai. Jika anda tidak tahu itu, maka anda kehilangan koordinasi untuk pemahaman mendasar.

Jika anda terlalu polos atau naif dan percaya bahwa pemerintah ada untuk melayani orang-orang yang entah bagaimana dan melakukan apa yang tepat bagi negara, maka anda akan melihat-lihat apa yang terjadi di dunia dan mengatakan hal-hal seperti: "ini pemerintah hanya bodoh, mereka tidak cocok, apa yang mereka lakukan adalah gila".

Tetapi bila anda sadar bahwa tujuan mereka tidak melayani masyarakat atau negaranya sendiri, justru mereka ada untuk melayani Kelanjutan agenda global untuk sentralisasi kekuasaan dan kontrol dunia, maka anda menyadari bahwa apa yang terjadi di dunia sebenarnya jenius dan bukan kebodohan, karena hasilnya adalah persis apa yang dimaksudkan mereka untuk dicapai.

Pertimbangkan analogi ini, bayangkan Anda berkendaraan di jalan bebas hambatan di dalam mobil Anda, dan anda memiliki sebuah paku di ban. Sekarang ban tidak akan bocor atau cepat kempes, sepanjang paku tetap dalam ban. Namun, anda tidak merasa benar mengemudikan mobil, mobil anda akan terasa tidak stabil.. Dan Anda tahu ada sesuatu yang salah tetapi anda tidak yakin apa itu.

Ini adalah persis seperti apa yang terjadi di dunia sekarang ini, dan kita manusia seharusnya cukup pintar merasakan hal tersebut. Dan apa yang kita butuhkan adalah seseorang yang akan datang dan berkata, "Hei, apakah anda telah melihat ban belakang anda?" Dan semua menjadi jelas.

Inilah sebabnya mengapa informasi sangat penting untuk memungkinkan kita untuk memahami apa penyebab "apa yang salah" di dunia, dan meletakkannya secara benar. Dan orang-orang yang berkuasa (bukan yg hanya beposisi publik - seperti Bush, Blair, dll) telah menyembunyikan informasi vital dari massa, sehingga mereka dapat terus memanipulasi kita untuk keuntungan mereka sendiri. Ini telah terjadi selama ribuan tahun.

Menyembunyikan informasi, melalui media utama, adalah penting dan mendasar untuk kontrol mereka. Para Penguasa, yang mengontrol perusahaan media utama, hanya memberikan kita satu versi kejadian, satu versi kejadian, satu versi kenyataan. Kemudian mereka tetap mengulanginya versi itu berulang ulang kali. Bentuk terbesat kontrol-pikiran adalah pengulangan. Hasilnya adalah bahwa orang-orang dikondisikan untuk melihat dunia dengan cara tertentu. Lingkup mereka pada aspek realitas menjadi sangat terbatas dan mereka tidak akan mampu berpikir di luar kotak. Mereka masih merasa bahwa ada sesuatu yang tidak benar, tetapi mereka hanya diberikan, secara terus menerus berulang ulang, satu versi Realitas melalui media mainstream.

Sehingga mereka tidak akan memiliki komponen vital yakni informasi yang akan memungkinkan mereka untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Ini sebabnya, sepanjang sejarah, pemerintah selalu ada informasi yg disembunyikan, dan mereka selalu terlihat "penghayal" sebagai orang berbahaya. Sebab, apa yang penghayal lakukan, dalam bentuk mereka yg berbeda beda, adalah meletak versi lain dari kenyataan itu sehingga masyarakat dapat benar-benar berpikir di luar kotak dan melihat apa yang sebenarnya terjadi. Adolf Hitler menyatakan bahwa musuh besar dari setiap pemerintah umum adalah orang yang berpikir untuk dirinya sendiri.


Lihat Video:

Bagian I (Pembukaan, Tuhan, Horus, Yesus, Agama)

Bagian II (9/11, WTC, Terorisme, CIA)

Bagian III (Federal Reserve, Bank Sentral, Krisis Ekonomi, Perang, Iluminati)

Zeitgeist The Movie (2007)


Sumber:

swaramuslim.com
website zeitgeist
wikipedia

Profil Supervisor F2PB



Ridla An-Nuur, cewek kelahiran tahun 1989 ini sedari SMA telah sangat menyukai semua hal tentang proses pembuatan sebuah film, tak heran saat Ia bersama teman – temannya mendirikan Forum Filmmaker Pelajar Bandung (F2PB), Ia langsung mendapat mandat untuk menjadi ketua selama masa jabatan yang tidak tanggung – tanggung lama yaitu sekitar empat tahun. Ia harus segera melengserkan jabatannya karena Ia merasa sudah cukup waktunya untuk memberikan kesempatan bagi orang lain khususnya para pelajar untuk menduduki jabatan sebagai ketua tersebut.

Sebagai salah satu mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia Bandung ini, Ia mempunyai cita – cita untuk melanjutkan kuliahnya hingga ke jenjang pascasarjana di jurusan Komunikasi. Ia pun sedang sangat gencar memburu untuk dapat lulus kuliah pada tahun depan serta tak bosan – bosan untuk terus meng-upgrade skillnya di dunia perfilman. Selain itu Iapun berniat untuk dapat membuat film sendiri dan tentunya dapat menikah dalam tiga atau empat tahun kemudia.

Sebagai supervisor F2PB saat ini banyak sekali pengalaman yang sampai saat ini tidak bisa Ia lupakan seperti saat shooting dan roadshow, karena menurutnya kedua hal itu sangat dibenci pada saat pelaksanaannya tetapi akan sangat dirindukan pada saat telah selesai prosesnya. Tentu hal itulah yang membuta tidak pernah bosan untuk terus berkecimpung di F2PB.

Berawal Dari Minat

Melihat banyaknya minat anak – anak SMA terhadap proses pembuatan film menjadi alasan berdirinya komunitas ini. Selain itu pula alasan lain berdirinya komunitas ini juga berdasarkan minat yang sama oleh para pendiri – pendirinya, maka tercetuslah komunitas Forum Filmmaker Pelajar Bandung pada tanggal 17 Agustus 2004.
Pada awalnya komunitas ini sempat mempunyai anggota hampir 150 orang, tetapi dikarenakan pergantian generasi dan seiring berjalannya waktu maka saat ini anggota yang masih aktif didalamnya berjumlah 50 orang. Oleh karena itu F2PB setiap tahunnya selalu membuka open requitment untuk menjaring anggota – anggota baru khususnya pelajar – pelajar SMA di kota Bandung. Tetapi bukan berarti anggota di F2PB hanya dari kalangan pelajar, para mahasiswapun banyak yang berkecimpung dalam komunitas ini, seperti mahasiswa ITB, UNPAD, ITENAS, WIDYATAMA, ASTI, UNPAR, bahkan IKJ.

Seperti komunitas – komunitas lainnya, komunitas F2PB ini juga mempunyai banyak kendala saat awal berdirinya komunitas ini hingga sekarang. Kendala itu bukan dari segi teknis karena alat dan ruangan yang mereka pergunakan telah difasilitasi dengan baik oleh pihak Yayasan Pembina Mesjid Salman ITB sebagai bascamp komunitas ini. Menurut pengakuan Ridla An-Nuur sebagai salah satu pendiri F2PB, kendalanya lebih kemasalah non teknis, seperti penyatuan pendapat masing – masing anggota dan masalah factor keuangan.

Dalam menjaga ke eksisannya komunitas ini mempunyai banyak kegiatan rutin seperti pemutaran film baik itu film panjang, pendek maupun documenter dan berbagai kegiatan workshop.


Untuk kedepannya komunitas ini ingin sekali lebih memperluas jaringan mereka agar komunitas F2PB ini lebih dikenal banyak orang, dan tentu saja seperti layaknya komunitas – komunitas yang berbasis seni lainnya, komunitas ini juga selalu ingin menghasilkan karya – karyanya agar bisa dinikmati oleh khalayak umum.